Lebaran Tahun Ini Jadi Hari Memilukan Bagi Warga Gaza

“Idul Fitri itu menyedihkan. sejak pagi saya (duduk) di makam anak saya,” kata ibu Fouad Abu Khamash, anggota tim Bulan Sabit Merah di Jalur Gaza yang dibunuh oleh pasukan Israel saat bekerja.

Wanita lainnya, Um Ahmad baru saja kehilangan suaminya. Dia mengatakan hari ini tidak terasa seperti Idul Fitri. “Saat kami bangun, saya merindukan suami saya, yang menjadi syahid dalam perang ini,” ungkapnya.

Baca juga: Lebaran Hari Pertama, Rosan Roeslani Dua Kali ke Rumah Mega, Bawa Mandat?

Dia mengatakan tak merasakan suasana Idul Fitri. Tak ada pakaian untuk anak-anak. Dia merasa sedih hari ini. “Tidak ada suasana Idul Fitri, pakaian Idul Fitri untuk anak-anak, dan kami tidak bisa menyiapkan kue Idul Fitri. Tidak ada Idul Fitri tahun ini; Saya sedih hari ini,” jelasnya.

Di hari terakhir puasa kamarin, warga Gaza berusaha mempersiapkan Idul Fitri dengan memadati pasar dan kios darurat. Permen, kacang-kacangan, kurma, buah-buahan dan sayur-sayuran, serta makanan ringan dijual pedagang kaki lima di tengah reruntuhan dan puing-puing bangunan.

Persediaan makanan langka karena terbatasnya pasokan setelah wilayah itu dikepung Israel selama enam bulan. Meski memiliki berbagai keterbatasan, sekelompok ibu-ibu pengungsi di Deir el-Balah berinisiatif membuat kue tradisional di tenda mereka.

Kue-kue tersebut kemudian dibagikan kepada pengungsi lainnya untuk merayakan hari pertama Idul Fitri. (Sidik Purwoko)

EditorL Sidik Purwoko