Lebaran Tahun Ini Jadi Hari Memilukan Bagi Warga Gaza

“Bagaimana mereka merayakan Ied bersama orang-orang tercinta yang sudah meninggal? Atau anak-anak yang kehilangan kakinya, bagaimana mereka bisa bergerak? Bagaimana mereka merayakan Ied. Ini sangat menyedihkan, bagaimana mereka bisa merayakan Ied?” papar Dua’a.

Dilansir Wartabanjar.com dari Al-Jazeera, banyak warga Gaza yang kehilangan anggota keluarganya. Hal ini begitu tampak karena ada 33.000 lebih korban jiwa akibat konflik ini.

“Idul Fitri itu menyedihkan. sejak pagi saya (duduk) di makam anak saya,” kata ibu Fouad Abu Khamash, anggota tim Bulan Sabit Merah di Jalur Gaza yang dibunuh oleh pasukan Israel saat bekerja.

Wanita lainnya, Um Ahmad baru saja kehilangan suaminya. Dia mengatakan hari ini tidak terasa seperti Idul Fitri. “Saat kami bangun, saya merindukan suami saya, yang menjadi syahid dalam perang ini,” ungkapnya.

Baca juga: Lebaran Hari Pertama, Rosan Roeslani Dua Kali ke Rumah Mega, Bawa Mandat?

Dia mengatakan tak merasakan suasana Idul Fitri. Tak ada pakaian untuk anak-anak. Dia merasa sedih hari ini. “Tidak ada suasana Idul Fitri, pakaian Idul Fitri untuk anak-anak, dan kami tidak bisa menyiapkan kue Idul Fitri. Tidak ada Idul Fitri tahun ini; Saya sedih hari ini,” jelasnya.

Di hari terakhir puasa kamarin, warga Gaza berusaha mempersiapkan Idul Fitri dengan memadati pasar dan kios darurat. Permen, kacang-kacangan, kurma, buah-buahan dan sayur-sayuran, serta makanan ringan dijual pedagang kaki lima di tengah reruntuhan dan puing-puing bangunan.