DPR: Idul Fitri Momentum Bersatu Lagi Pasca Pilpres 2024
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, JAKARTA - DPR RI menilai, Idul Fitri 1445 Hijriah menjadi momentum pemersatu seluruh masyarakat Indonesia setelah Pemilihan Umum 14 Februari 2024 lalu. Tidak dapat dipungkiri jika pada Pemilihan Presiden masyarakat terpecah menjadi beberapa kelompok pendukung.
Demikian dikatakan Ketua Komisi VIII DPR RI Ashabul Kahfi dalam keterangan resminya yang dikutip Wartabanjar.com, Rabu (10/04/2024). Dirinya menilai, Hari Raya Idul Fitri kali ini merupakan momentum untuk semua pihak agar bersatu kembali usai Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Momen lebaran kali ini menjadi istimewa karena dilaksanakan usai Pemilu 2024.
"Bulan Ramadhan kali ini terasa istimewa karena kita harus bersyukur pelaksanaan pemilu presiden dan pemilu legislatif sebagai salah satu pesta demokrasi tersebar dunia berhasil kita laksanakan," ucap Ashabul.
Dirinya juga menyebut, lebaran tahun ini juga istimewa karena bisa dirayakan kedua organisasi Islam terbesar di tanah air, yakni Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. Ashabul menyebut, Kementerian Agama (Kemenag) telah menunjukkan perannya sebagai lokomotif toleransi dengan memastikan perbedaan tidak menjadi perpecahan. Sehingga upaya tersebut patut diapresiasi dan menjadi contoh bagi seluruh pihak.
Baca juga: Bupati Banjar Gelar Open House di Mahligai Sultan Adam
"Sebagai insan yang beriman kita semua harus mensyukuri hal itu, caranya mari satu padukan lagi pikiran kita hanya untuk Indonesia tercinta," katanya.
Dirinya berharap seluruh pihak bisa menghindari rasa saling curiga, saling menyalahkan, serta berkata kotor, agar semua bisa saling merangkul sebagai sesama saudara sebangsa dan setanah air.
"Karena sesungguhnya musuh kita jelas adalah kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan dalam bidang teknologi. Bukan karena perbedaan paham dan cara pandang," ujar Ashabul.
Sebelumnya, Kemenag menetapkan 1 Syawal 1445 Hijriah atau Idul Fitri 2024 Masehi jatuh pada Rabu (10/4) setelah diputuskan melalui sidang isbat yang digelar di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (9/4).
"Berdasarkan hisab posisi hilal wilayah Indonesia yang sudah masuk kriteria MABIMS, serta adanya laporan hilal yang terlihat, disepakati bahwa 1 Syawal tahun 1445 Hijriah jatuh pada Hari Rabu, 10 April 2024 Masehi," ujar Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam konferensi pers penetapan sidang Isbat.
Baca juga: Sholat Ied Bersama Personil, Kapolres Tanahbumbu Ajak Jaga Semangat Kebersamaan dan Solidaritas
Dengan penetapan ini maka 1 Syawal 1445 Hijriah menjadi keputusan pemerintah, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. (Sidik Purwoko)
Editor: Sidik Purwoko