Bernuansa Agamis, Kabupaten Tanah Bumbu Peringati HUT ke 21, Bupati Zairullah Azhar Berikan Pesan Khusus
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BATULICIN- Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-21, Senin (08/04/2024) bertempat di halaman Kantor Bupati, Batulicin.
Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, peringatan hari jadi kali ini bernuansa agamis, bertema "Dengan Melangitnya Doa, Berkah Bumi Bersujud Untuk Banua."
Para undangan yang hadir mengenakan pakaian serbaputih.
Pada kesempatan ini, Bupati Zairullah Azhar mengenalkan implementasi Tanah Bumbu Bersujud Serambi Madinah, yakni kegiatan zikir dan selawat, program Satu Desa Semua Masjid (SDSM) dan Gerakan Cuci Kaki Ibu yang menjadi unggulan di Bumi Bersujud.
"Hari-hari ini ada 52 ribu anak tidur di 253 masjid. Mereka belajar ilmu agama. Menghafal Alquran. Bahkan ada yang hafal sampai 16 juz pada program SDSM," sebutnya.
Bupati juga menyampaikan terimakasih kepada para guru-guru agama, tokoh, orang tua santri SDSM yang sudah mendukung dan melakukan inovasi pada program tersebut.
Pada bulan suci Ramadan ini pula, sambung Bupati, Tanah Bumbu telah melaunching dan melaksanakan gerakan cuci kaki ibu.
Gerakan ini untuk mendidik anak-anak menjadi saleh, salehah dan berbakti kepada orang tua.
"Sukses mereka karena restu dan rida dari orang tua," kata Bupati Zairullah.
Sementara itu, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor diwakili Hj. Raudatul Jannah menyampaikan selamat HUT ke-21 Kabupaten Tanah Bumbu, sekaligus menyampaikan apresiasi atas perkembangan dan kemajuan yang telah dicapai oleh Tanbu.
"Semoga Kabupaten Tanah Bumbu semakin maju, berkembang, dan semakin sejahtera di masa akan datang, dan menjadi daerah berdaya saing unggul terutama sebagai gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN)," ucapnya.
Ia juga menyampaikan, untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan yang berkelanjutan harus menjaga persatuan, kesatuan, dan kebhinekaan.
Dengan persatuan dan kesatuan yang kokoh maka akan mampu mengatasi tantangan dan rintangan yang menghadang.
Gubernur juga mengapresiasi Tanah Bumbu dalam pembangunan di Kalimantan Selatan karena telah memberikan sumbangsih yang besar khususnya pada sekor pertanian dan pertambangan.
"Pertanian Tanbu telah menopang ketahanan pangan Kalsel, sementara sektor pertambangan berkontribusi signifikan terhadap pendapatan asli daerah (PAD)," ungkapnya.
Selain itu, Gubernur juga mengajak agar Tanbu terus mengembangkan potensi-potensi daerah lainnya seperti sektor pariwisata, karena Tanbu memiliki keindahan alam yang eksotis dan kekayaan budaya yang potensial untuk dikembangkan menjadi daya tarik wisata.
Kemudian, usaha kecil dan menengah juga hendaknya menjadi fokus perhatian, agar terus didukung, dibina dan difasilitasi untuk peningkatan kualitas dan kuantitas, pengembangan produk dan kemasan, perluasan pemasaran melalui program promosi dan gelar produk pada setiap ajang-ajang baik daerah, nasional, bahkan internasional.
"Jika sektor UMKM ini berkembang, maka akan menjadi penggerak ekonomi kerakyatan dan penyediaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat," pungkasnya.
Sementara itu, terkait acara HUT ke-21 Tanbu ini dirangkai dengan ceramah agama oleh K.H. Zainuddin Rais, buka puasa dan salat magrib berjemaah.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran oleh Qori Internasional Juara 2 MTQ Antar Bangsa BKPRMI dan DMDI tahun 2018, yakni Ustaz Ahmad Busyairi yang merupakan putra asli Tanah Bumbu.
Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan sejarah singkat terbentuknya Kabupaten Tanah Bumbu oleh Wakil Ketua 1 DPRD Tanbu, Sayyid Ismail Kholil Alaydrus.
Acara juga dimeriahkan dengan tarian kolosal binaan Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata Tanah Bumbu.
Turut hadir pula di acara ini Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Forkopimda Kalsel, Wakil Bupati Tanbu, Muhammad Rusli, Bupati dan Walikota se Kalsel atau yang mewakili, Wakil Ketua DPRD Tanbu, Forkopimda Tanbu, Anggota DPRD Tanbu, Sekda Tanbu, Ketua TP PKK Tanbu, Ketua GOW Tanbu, Ketua DWP Tanbu, Pejabat Pemkab Tanbu, Camat, Lurah, dan Kepala Desa se Tanbu, tokoh agama, masyarakat, adat, dan undangan lainnya. (ddi)
Editor: Yayu