Mengenal Khong Guan, Biskuit Legendaris Yang Selalu Ada Di Meja Saat Lebaran (3- tamat)

Forbes pernah mencatat kekayaan putra Hidayat, Hartono yang mencapai USD 540 juta atau Rp 7,7 triliun (kurs Rp 15.400). Sementara kekayaan keluarga Hartono mencapai USD 1,5 miliar atau Rp 23,10 triliun.

Bahkan Hartono dan keluarganya menempati peringkat 11 orang terkaya di Filipina pada 2021 versi majalah ekonomi kenamaan itu. Kala itu kekayaannya mencapai 1,95 miliar dolar AS atau setara Rp28,91 triliun.

Hartono juga mengontrol dan berpengaruh besar di perusahaan cabang milik Monde Nissin, diantaranya Monde Land Inc, Monde Rizal Properties Inc, Monde Nissin Singapore Pte Ltd, Monde Nissin UK Ltd, Monde Nissin International Investments Ltd, Monde Nissin Holdings (Thailand) Ltd, Monde Nissin New Zealand Limited, dan All Fit & Popular Foods Inc.

Dirinya mempercayakan sang adik, Hoediono Kweefanus untuk menjabat presiden dan direktur di beberapa perusahaan grup seperti PT Nissin Biscuit dan PT Monde Makkota. Lalu menjadi direktur Monde Nissin Singapore Pte Ltd, Monde Nissin International Investments Ltd, Monde Nissin Holdings (Thailand) Ltd, Monde Nissin New Zealand Limited, KBT International Holdings Inc, Monexco International Ltd, dan Monde Nissin (Thailand) Co Ltd.

Baca juga: Jelang Lebaran, Presiden Jokowi Ajak Anak Yatim dan Duafa Belanja Baju Lebaran

Dikutip dari Fortune, Hartono menguasai 23 persen saham Monde Nissin. Sementara sudaranya, Hoediono Kweefanus yang juga menjadi wakilnya menguasai sekitar 5,3 persen saham. Dan istri Hoediono asal Filipina, Betty Ang punya saham 18 persen.

Pria berumur 72 tahun ini juga menjadi direktur di Monde M.Y. San Corporation, PT Khong Guan Biscuit Indonesia, KBT International Holdings, Inc., dan menjadi Direktur Monde Land, Inc.

Di bawah kepemimpinan Hartono, Monde Nissin masih berjaya baik di Indonesia maupun di Filipina. Bahkan brand Mie Instan milik Nissin, Lucky Me menguasai 68 persen pasar mie instan di Filipina.

Monde Nissin melantai di bursa saham Filipina pada pertengahan 2021 dan mengumpulkan dana hingga 55,9 miliar peso atau USD 1,1 miliar. Ini merupakan IPO terbesar sepanjang sejarah Filipina. (Sidik Purwoko)

Baca juga: Jelang Open House Lebaran 2024 Besok, Begini Persiapan Pihak Istana Negara

Editor: Sidik Purwoko (berbagai sumber)