WARTABANJAR.COM, Baltimore – Pasca runtuhnya Jembatan Baltimore di Amerika Serikat, Singapura mengirimkan tim penyelidiknya. Hal itu lantaran runtuhnya jembatan karena ditabrak kapal kargo berbendera Singapura.
Biro Investigasi Keselamatan Transportasi Singapura serta Otoritas Maritim dan Pelabuhan (MPA) telah mengirimkan tim penyelidik untuk membantu penyelidikan tabrakan kapal kargo dengan jembatan di Kota Baltimore, Maryland.
“MPA telah menghubungi Markas Besar Penjaga Pantai Amerika Serikat (USGC) dan Kantor Keselamatan Laut Lembaga Keselamatan Transportasi Nasional, untuk menawarkan bantuan MPA sebagai administrasi bendera asal kapal terkait untuk mendukung penyelidikan,” bunyi rilis MPA yang dikutip Wartabanjar.com.
MPA mengutip pihak perusahaan pengelola kapal Synergy Marine Pte Ltd, mengatakan bahwa kapal tersebut mengalami kehilangan tenaga penggerak sesaat, sebelum kejadian.
Baca juga: : Ganjar Ngaku Ditawari Posisi Menteri, TKN: Gak Pernah Itu!
“Kapal juga tidak mampu mempertahankan arah yang diinginkan hingga bertabrakan dengan jembatan Francis Scott Key,” sambungnya.
MPA menambahkan, kapal telah menurunkan jangkarnya sebagai bagian dari prosedur darurat kapal sebelum menabrak jembatan.
“Seluruh awak kapal yang berjumlah 22 orang dalam kondisi selamat dan telah diketahui keberadaannya,” lanjut pernyataan tersebut.







