WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Menteri Agratia dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menghadiri Rapat Kerja di Komisi II DPR RI, Kompleks Senayan Jakarta, Senin (25/03/2024) pukul 14.00 WIB. Rapat tersebut sebenarnya diagendakan sepekan sebelumnya namun baru bisa dihadiri AHY hari ini. "Hari ini untuk memenuhi undangan rapat kerja yang dikoordinasikan tentunya dengan teman Kementerian ATR/BPN. Ini undangan Komisi II DPR RI yang sebetulnya diagendakan minggu lalu tetapi diundur hari ini karena minggu lalu ada kegiatan bersamaan di Istana," papar Menteri AHY pada wartawan termasuk Wartabanjar.com. Putra mantan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono itu akan memperkenalkan diri sebagai Menteri ATR/BPN yang baru menggantikan posisi Hadi Tjahjanto. Dirinya juga akan menyampaikan program-program kerja dan capaian yang sudah dilakukan kementrian yang dipimpinnya. "Hari ini agenda utamanya ada 2 yakni perkenalan karena saya sebagai menteri baru tentunya ingin memperkenalkan diri sekaligus juga para anggota Komisi II DPR juga baik untuk mengenal menteri yang baru. Selanjutnya kita ingin memperkenalkan program-program kerja kita yang sudah dituntaskan tahun 2023," katanya. Baca juga: Rakor Lintas Sektoral, Kapolri Persiapkan Ops Ketupat Untuk Mudik 2024 Aman dan Lancar Sebagai menteri baru yang menggantikan Hadi Tjahjanto, dirinya akan menyampaikan juga laporan yang telah dicapai pendahulunya tersebut. "Setahu saya, rapat kerja terakhir itu bersama Menteri Hadi Tjahjanto saat itu di bulan September 2023. Oleh karena itu tentu sebagai menteri baru saya harus melaporkan juga capaian Kementerian ATR/BPN di tahun 2023 sekaligus melaporkan apa saja yang menjadi prioritas Kementerian ATR/BPN ini di tahun 2024," sambung AHY. Dengan paparannya di Komisi II dirinya berharap mendapat masukan dan bisa berdiskusi menemukan permasalahan yang dihadapi pemerintah. "Itu yang ingin saya sampaikan mudah-mudahan mendapatkan banyak masukan, feedback, sekaligus juga kita bisa berdiskusi dan mencari solusi terbaik karena 1 bulan terakhir ini saya tentu berupaya untuk belanja masalah termasuk sudah langsung turun ke lapangan," ujarnya. AHY mengakui spektrum permasalahan di bidang agraria pertanahan termasuk tata ruang sangat luas. Dirinya juga berharap bisa menjadikan isu rakyat dan keadilan agar masyarakat bisa memiliki kepastian hukum. "Isu rakyat, isu keadilan tetapi juga ini diharapkan bisa menjadi landasan yang kuat untuk bisa menopang pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia termasuk menghadirkan iklim investasi yang juga baik, nyaman bagi semua, dan tentunya kalau memiliki kepastian hukum kita ingin pertumbuhan ekonomi kita semakin baik di masa depan," pungkasnya. (Sidik Purwoko Editor: Sidik Purwoko