Lapis Legit Indonesia Masuk Daftar 9 Hidangan Buka Puasa Ramadhan Tradisional Versi TasteAtlas

WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- TasteAtlas pada Senin (11/3/2024) lalu merilis 10 daftar hidangan buka puasa di sejumlah negara.

Indonesia kembali masuk daftar makanan terbaik versi TasteAtlas, kali ini di 9 Traditional Iftar Desserts.

Khusus kategori ini, kue lapis legit dari Indonesia masuk daftar tersebut di nomor 4.

Buka puasa, hidangan yang dengannya umat muslim berbuka puasa selama Ramadan, adalah saat sukacita dan pertemuan komunal.

Makanan buka puasa tradisional sangat bervariasi di seluruh dunia Islam, mencerminkan permadani yang kaya budaya dan masakan.

Makanan penutup, khususnya, memainkan peran penting dalam buka puasa, memberikan kesimpulan yang manis untuk hari puasa.
Menurut TasteAtlas, berikut ini daftar 9 Traditional Iftar Desserts 2024:
1. Kunafah (nilai: 4,5)
Kunafah adalah sebuah hidangan penutup atau dessert tradisional dari wilayah Syam tradisional yang terbuat dari pastri mirip bakmi tipis, atau dough semolina murni, yang dilumuri dengan sipur manis berbahan dasar gula, dan biasanya dilapisi dengan keju atau dengan bahan lain seperti krim gumpal atau kacang, tergantung pada wilayah.
Hidangan tersebut populer di Timur Tengah, terutama Syam dan Mesir, Yaman dan khususnya Palestina.
Selain itu, varian ini juga ditemukan di Turki, Yunani, dan Balkan serta Kaukasus.
2. Baklava (nilai: 4,4)
Baklava adalah kuliner tradisional Turki, sejenis makanan ringan di kawasan Turki dan daerah-daerah tempat mantan kekuasaan Kesultanan Utsmaniyah.
Makanan ini terdiri dari kacang walnut atau pistache yang dicincang dan diberi pemanis (gula atau madu) dan dibungkus adonan roti tipis.
Baklava sudah sangat lama didokumentasikan.
Salah satu bukti tertua ialah resep baklava di dalam sebuah buku resep dari abad ke-14 yang ditemukan di Tiongkok.
Dalam buku resep ini baklava disebut güllach.
3. Sholeh Zard atau Sholezard (nilai: 4,3)

Sholezard, Sholezard atau Shellezard (juga dikenal sebagai zard birinj atau zarda) adalah puding beras yang terbuat dari kunyit, gula, air mawar, mentega, kayu manis, dan kapulaga.

Ini sering dibuat dan didistribusikan dalam jumlah besar dalam upacara keagamaan.

Sholeh Zard adalah makanan penutup tradisional Iran yang berwarna kuning karena adanya kunyit dan di atasnya diberi kayu manis, irisan almond, dan irisan pistachio.

Shellezard umumnya dimasak dengan satu cara, dan khusus digunakan untuk berbuka puasa di bulan Ramadhan.

Umumnya orang mengibaratkan makanan penutup ini dengan agar-agar.

4. Lapis Legit (nilai: 4,0)

Lapis Legit adalah salah satu jenis kue basah tradisional dari Indonesia.

Kue ini kali pertama kali dikembangkan pada masa kolonial Belanda di Indonesia dan mirip seperti kue lapis Eropa.

Lapis legit dibuat dari berbagai macam rempah yang memang sangat disukai oleh orang-orang Eropa, di antaranya adalah kapulaga, kayu manis, cengkih, bunga pala, dan adas manis sehingga rasanya sangat khas kaya akan aroma rempah.

Kue berbahan dasar kuning telur, tepung terigu, gula, dan mentega/margarin ini memiliki cita rasa yang manis dengan tekstur yang lembut namun kokoh.

Adonan kue dipanggang dalam oven secara bertahap hingga membentuk lapisan-lapisan yang umumnya berjumlah 18 lapisan atau lebih.

Karena banyaknya lapisan pada lapis legit, kue ini dikenal juga dengan sebutan “kue seribu lapis”.

Di Indonesia kue ini sangat populer.

Lapis legit biasanya disajikan pada acara-acara tertentu dan hari-hari raya, seperti Imlek, Lebaran, dan Natal.

Kue ini juga disajikan sebagai hadiah pada perayaan-perayaan lokal, seperti hari pernikahan dan hari ulang tahun.

5. Qatayef (nilai: 4,0)

Qatayef adalah hidangan berupa kue dari wilayah Syam dan Timur Tengah.

Kuliner satu ini biasa dihidangkan di rumah juga dijual di pinggir-pinggir jalan.

Bahannya adalah keju, kacang hazel, kacang kenari, almond, pistachio, kismis, gula bubuk, ekstrak vanila dan kulit kayu manis.

Kue satu ini populer di sejumlah negara Timur Tengah seperti Mesir, Irak, Yordania, Lebanon, Palestina, Arab Saudi dan Suriah.

6. Ma’amoul (nilai: 3,9)