Ia mengatakan pihaknya harus menempuh sejumlah proses perizinan dari otoritas berwenang, sehingga proses pengadaan daging sapi impor yang semula untuk mengendalikan gejolak harga pasar saat Ramadhan, harus tertunda.
“Begitu keluar penugasan, ada beberapa prosedur yang harus kita selesaikan pertama dapat rekomendasi dari Kementerian Pertanian, kedua dapat Surat Persetujuan Impor Kementerian Perdagangan, baru bisa proses pengadaan,” katanya lagi.
Ia belum bisa memastikan berapa kuota daging sapi perah impor di tahap awal yang sampai di Indonesia usai Lebaran ini, sebab hal itu melibatkan tim pengadaan.
Selain itu, ID Food juga berkewajiban untuk membagi porsi persediaan daging sapi nasional di akhir tahun, untuk mengantisipasi kelangkaan daging di awal 2025. (berbagai sumber)
Editor: Yayu







