“Kami tetap berpegang pada pandangan bahwa awal Ramadhan dan Idul Fitri itu ditentukan berdasarkan hasil rukyat hilal,” katanya.
Untuk itu, NU tetap menghormati dan akan mengikuti ketetapan hasil sidang yang diselenggarakan pemerintah.
“Para kiai NU bahkan mengatakan tidak boleh mengumumkan pandangan yang berbeda dari pemerintah kalau sudah ada penetapan isbat dari pemerintah,” katanya.
Dalam kesempatan menuju Ramadhan, Gus Yahya juga meminta agar masyarakat meningkatkan spiritualitas dan menghindari ceramah yang memuat provokasi selama bulan Ramadhan.
“Mari kita manfaatkan bulan Ramadhan ini untuk meningkatkan ikhtiar rohani kita,” ucap dia.
Sebelumnya, Majelis Tarjih Pengurus Pusat Muhammadiyah sudah mengumumkan awal puasa Ramadhan pada 11 Maret 2024, sedangkan pemerintah baru akan menggelar sidang awal Ramadhan 1445 H pada 10 Maret 2024.
“Sidang akan memutuskan apakah puasa Ramadhan tahun ini akan dimulai pada 11 atau 12 Maret,” kata Juru Bicara Kementerian Agama Anna Hasbie. (Sidik Purwoko)
Editor: Sidik Purwoko







