WARTABANJAR.COM, TANAH LAUT – Pencarian santri Pondok Pesantren Manba’ul Ulum Banjarmasin yang hilang terseret ombak di Pantai Batakan Baru, Kabupaten Tanah Laut, Sabtu (9/3) kembali dilakukan pada hari ini, Minggu (10/3).
Kedua orangtua korban bahkan melakukan ritual dengan memanggil-manggil nama korban, Balya di tepi laut.
Ritual ini dipercaya akan memanggil korban untuk kembali dalam kondisi apapun.
Sebelumnya Kepala Basarnas Banjarmasin, Al Amrad mengatakan, peristiwa hilangnya santri atas nama Muhammad Balya Ramadan Maulana (18) tersebut, terjadi sekitar pukul 15.30 Wita.
“Saat itu, korban yang tengah berwisata di Pantai Batakan Baru, berenang bersama teman-temannya dan terseret ombak,” jelasnya.
Baca Juga
4 Ucapan Selamat Puasa Ramadhan Dalam Bahasa Indonesia Inggris







