Polisi Tangkap Pelaku Pemalsuan Gelar Habib, Masyarakat Harap Waspada
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Masyarakat diharapkan lebih waspada terhadap orang-orang yang mengaku bergelar habib untuk mengeruk keuntungan pribadi. Pasalnya, Polda Metro Jaya baru saja menangkap JMW (24), tersangka pemalsuan situs web Rabithah Alawiyah dan pembuat sertifikat palsu daftar habib atau keturunan Nabi Muhammad SAW.
Saat diinterogasi, pelaku merupakan pekerja serabutan hingga polisi menyebut motif kejahatan JMW karena kondisi ekonomi.
"(Kerja-red) serabutan," kata Dirkrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Ade Safri Simanjuntak kepada wartawan termasuk wartabanjar.com, Sabtu (2/3/2024).
Sementara Kasubdit Cyber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, AKBP Ardian menjelaskan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap JMW. Dari pengakuan JMW, alasannya memalsukan situs serta membuat sertifikat palsu tak lain persoalan kebutuhan ekonomi semata.
Baca juga: Hadiri Peringatan HUT ke 105 Damkar dan Penyelamatan Nasional 2024, DKPP Banjar Minta Dukungan Masyarakat
"Kebutuhan ekonomi," ujarnya.
Sebelumnya, polisi menangkap dan menahan JMW lantaran mendapat laporan pada Desember 2023. Dia mengatakan JMW menawarkan penulisan nama sertifikat di Rabithah Alawiyah dengan tarif Rp 4 juta, yang diketahui sertifikat tersebut adalah palsu.
Dia mengatakan pihaknya telah melakukan klarifikasi ke organisasi Rabithah Alawiyah. Namun, Rabithah Alawiyah mengatakan hanya memiliki satu website resmi yaitu https://rabithahalawiyah.org/.
JMW ditangkap di kediamannya di kawasan Kalideres, Jakarta Barat, pada Rabu (28/2) lalu. Polisi juga melakukan penggeledahan pada alat elektronik milik JMW dan menyita sejumlah barang bukti di antaranya email, laptop hingga ponsel milik JMW.
Yang bersangkutan telah ditetapkan sebagai tersangka terkait pelanggaran Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Pasal 35 Jo Pasal 51 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008.
Sebagai informasi, Rabithah Alawiyah (Bahasa Arab: الرابطة العلوية) adalah suatu organisasi massa Islam yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan. Pada umumnya organisasi ini menghimpun WNI keturunan Arab. Organisasi ini berdiri pada tanggal 27 Desember 1928 tidak lama setelah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.(Sidik Purwoko)
Editor: Sidik Purwoko