WARTABANJAR.COM, SEOUL- Beberapa bulan sejak meningkatnya perhatian terhadap konflik Israel-Palestina, netizen menyuarakan dukungan mereka dan mencoba melakukan perubahan. Seiring dengan boikot terhadap “4 Besar” perusahaan agensi artis Korea, yaitu YG Entertainment, JYP Entertainment, SM Entertainment dan HYBE, penggemar grup yang dinaungi HYBE terus menargetkan perusahaan tersebut menggunakan tagar HYBEDivestFromZionism. Mereka juga memperhatikan bahwa akun resmi BTS mempromosikan lagu Usher, dan akun tersebut dikritik karena dia menunjukkan dukungan untuk penjajah Zionis Israel. Mereka mendesak agar HYBE melakukan divestasi atau memutus hubungan bisnis dengan penjajah Zionis Israel yang telah 75 tahun menjajah dan terus membantai rakyat Palestina hingga kini. Mengutip berbagai sumber, Sabtu (24/2/2024), walau terus diberi tagar, HYBE dikabarkan belum juga menanggapi desakan netizen tersebut. Pada Jumat (23/2/2024), akun X berbagi bahwa mereka akan mengambil langkah lebih jauh agar HYBE mendengarkan pesan tersebut hingga berencana mengirim truk protes ke luar gedung perusahaan. Hal ini mendapat banyak dukungan setelah netizen menyadari bahwa HYBE tidak memperhatikan kampanye media sosial. Beberapa jam kemudian, video truk protes di depan HYBE dirilis. Di dalam truk, terdapat klip gambar kehancuran di Gaza, Palestina akibat serangan penjajah Zionis Israel. Disertakan juga pesan dalam bahasa Korea dan Inggris yang mengatakan: 1. ARMY Korea dan Internasional menuntut divestasi HYBE dari Zionisme dan Zionis di industri ini. 2. Jika tuntutan kami tidak dipenuhi, ARMY akan terus mendorong kalian untuk memenuhi tuntutan kami. 3. Jangan berpaling ketika hal yang sama terjadi pada nenek moyang Korea Anda dan yang terjadi pada orang Palestina. 4. Kami meminta Anda membela kemanusiaan, membela sisi kebenaran sejarah, dan menentang kekerasan. Ketika video tersebut dibagikan, warganet memuji aksi tersebut, menganggap sebagai penggunaan truk protes yang penting dan vital. Netizen berharap dengan pesan yang disampaikan langsung di luar gedung, mereka yang bekerja untuk perusahaan tersebut akan memperhatikan dan mendengarkan apa yang dikatakan penggemar. (berbagai sumber) Editor: Yayu