Massa Sambangi KPU Kalsel, Tuntut 2 Hal ini
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Sejumlah warga tergabung dalam Koalisi Masyarakat Peduli Demokrasi (KMPD) menyambangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalsel, di Jalan Ahmad Yani Km 2,5, Kecamatan Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin, Sabtu (24/2) siang.
KMPD Kalsel menuntut agar tidak ada intimidasi dari pihak manapun, selama proses penghitungan suara Pemilu 2024, yang saat ini masih berjalan.
Massa aksi juga menuntut agar KPU bisa segera memberikan hak-hak anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), yang sakit bahkan meninggal dunia, selama proses Pemilu 2024 berlangsung.
Koordinator aksi, Din Jaya menyatakan, pihaknya mendukung penuh KPU Kalsel yang telah berhasil melaksanaan pemilu pada Rabu 14 Februari kemarin.
Baca Juga
Terekam Kamera CCTV Pencuri Hape di Masjid Al Karomah Martapura
"Kami juga menyampaikan bela sungkawa, berduka cita kepada semua anggota KPPS yang sakit, bahkan meninggal dunia dalam melaksanakan tugas pemilu di hari pencoblosan kemarin," katanya.
Din Jaya merasa prihatin terhadap oknum-oknum tidak bertanggungjawab yang menyatakan bahwa Pemilu tidak berlangsung adil dan para KPPS dituduh curang,
“Dimana kecurangannya, buktikan? Kita negara hukum, jangan cuma ngomong," teriaknya dalam aksi tersebut.
“Kalau ada kecurangan silahkan laporkan ke Bawaslu, jangan hanya ngomong di medsos, itu adalah provokator yang tidak bertanggungjawab yang hanya ingin memecah belah persatuan diantara kita,” lanjutnya.
Pihaknya berharap kepada kepolisian, apabila ada orang yang memprovokasi dalam pemilu 2024 ini agar segera ditangkap.
"Mereka adalah pengkhianat bangsa, tidak berterimakasih kepada para KPPS yang bekerja siang dan malam, apakah mereka curang? Seharusnya kita bangga kepada mereka, bukan dihujat dan di fitnah," tegasnya.
Sementara itu, Komisioner KPU Kalsel yang juga Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi, Arif Mukhyar mengatakan, pelaksanaan pemilu 14 Februari 2024 yang lalu di Kalsel berjalan dengan aman dan kondusif.
"Kami mengapresiasi, atas empati para demonstran terhadap petugas kami KPPS yang bekerja luar biasa, mereka memang pejuang-pejuang demokrasi kami, orang-orang pilihan yang bertugas di TPS untuk melaksanakan pemungutan dan penghitungan suara ditingkat yang paling pertama," ucap Arif, kepada awak media usai aksi tersebut.
Disamping itu, lanjut Arif, pihaknya juga memastikan petugas-petugas yang sakit dan juga meninggal itu akan dipedulikan.
“Terhadap mereka yang sakit dan meninggal dunia, kami akan mendata, kemudian kami sampaikan kepada KPU RI untuk mendapatkan bantuan," pungkasnya. (Iqnatius)
Editor Restu