Direktur Mossad ke Paris Rundingkan Gencatan Senjata di Gaza, Netanyahu Bersikeras Lanjutkan Jajah Palestina
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, PARIS- Delegasi Israel yang dipimpin Kepala Badan Intelijen Luar Negeri atau Direktur Mossad, David Barnea bertolak ke Paris, Prancis, untuk membahas perundingan gencatan senjata di Jalur Gaza, Palestina.
Rekannya di Badan Keamanan Israel Shin Bet, Ronen Bar dikabarkan juga akan ke Paris untuk tujuan yang sama.
Gencatan senjata di Jalur Gaza sebelumnya diadakan pada akhir November 2023, menghasilkan pembebasan lebih dari 100 sandera yang ditawan oleh kelompok Hamas dan 240 tahanan Palestina yang ditahan oleh Israel.
Pada akhir Januari 2024, Barnea berada di Paris bersama rekan-rekannya dari AS dan Mesir serta Perdana Menteri Qatar untuk membahas jeda baru dalam pertempuran tersebut.
Sumber Hamas membenarkan bahwa rencana tersebut mengusulkan gencatan senjata selama enam minggu dan pembebasan antara 200-300 tahanan Palestina dengan imbalan 35-40 sandera yang masih ditahan oleh Hamas.
Perwakilan Hamas menambahkan bahwa sejak itu pembicaraan juga dilakukan di Mesir yang melibatkan Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh.
"Dia meninggalkan Kairo pada Kamis malam," kata kelompok Hamas.
Pembicaraan tersebut secara khusus berfokus untuk mengakhiri invasi Israel, mengembalikan para pengungsi dan pertukaran tahanan.
Hamas menginginkan gencatan senjata permanen dan penarikan pasukan Israel dari Gaza, namun ditolak oleh Perdana Menteri Penjajah Israel, Benjamin Netanyahu.
Netanyahu menyebut tuntutan tersebut sebagai sesuatu yang mustahil.
Ia mengatakan pihaknya terbuka untuk menghentikan sementara pertempuran, namun berjanji akan terus melanjutkan perang, menjajah Palestina hingga berhasil dan Hamas hancur total.
Netanyahu juga menentang pembebasan tahanan Palestina yang ikut serta dalam serangan Hamas terhadap Israel.
Ketika Haniyeh berada di Kairo, utusan AS untuk Timur Tengah, Brett McGurk berada di Israel untuk membahas jeda yang diperpanjang dalam konflik ini guna memulangkan semua sandera. (berbagai sumber)
Editor: Yayu