WARTABANJAR.COM – Tercatat 1.500 kasus demam berdarah dengue (DBD) yang tersebar di 13 kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).
Total angka kematian DBD di Kalsel mencapai 10 orang pasien. Angka tersebut hingga Februari 2024.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Raudatul Jannah di ruang kerjanya Banjarmasin, dikutip Sabtu (17/2/2024).
Ia mengatakan jajaran kesehatan dan lintas sektor terkait terus berupaya melakukan sosialisasi pencegahan terutama 3M Plus yaitu menguras, mengubur, menutup dan menggunakan anti nyamuk saat di luar rumah.
“Oleh karena itu, diperlukan sinergi lintas sektor untuk memberantas sarang nyamuk yang membawa virus Dengue dengan 3M plus,” ujarnya.
Selain dengan 3M plus, kata Raudatul Jannah peran juru pemantau jentik (Jumantik) sangatlah diperlukan. Kader kesehatan, organisasi kepemudaan dan tokoh masyarakat perlu kita daya gunakan sebagai Jumantik yang bertugas memantau jentik nyamuk di sekeliling tempat tinggal.
“Mari bergerak bersama kita cegah DBD dengan cara berantas sarang nyamuk. Tidak lupa juga untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS),” kata Raudatul. (MC Kalsel)
Baca Juga
Prabowo-Gibran Masih Unggul di Rekapitulasi Suara Capai 57 Persen
Editor Restu