Kim mengulangi sumpahnya untuk tidak pernah mengadakan dialog atau negosiasi dengan Korea Selatan.
Menurutnya, Korsel adalah musuh nomor satu negaranya, dan mengatakan kebijakan kesiapan militer yang kuat adalah satu-satunya cara untuk menjamin perdamaian dan keamanan bagi Korea Utara, kata KCNA.
Kim menyatakan pada pertemuan besar partai yang berkuasa pada akhir tahun 2023 bahwa reunifikasi secara damai tidak mungkin dilakukan dan negaranya sedang melakukan perubahan kebijakan dalam cara menangani Korea Selatan, yang merupakan perubahan besar dalam mendefinisikan kembali hubungannya dengan Seoul.
Menurut laporan tersebut, KCNA mengatakan Kim melakukan kunjungan ke kementerian pertahanan bersama putrinya Ju Ae. Para analis meyakini Ju Ae sedang dipersiapkan sebagai pemimpin masa depan negaranya. (berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi







