Ketika hendak dibawa menuju rumah sakit, Firmanto ayah tak tertolong hingga akhirnya meninggal dunia di rumah.
“Tadi pagi dia (almarhum) pulang pukul 04.00, baru dia istirahat sebentar, pukul 08.00 dia bangun, tidak lama dia mengeluh sesak napas. Habis itu sudah tidak ada lagi (meninggal dunia). Mungkin dia kecapaian bolak-balik kantor lurah, sering sampai pukul 03.00 pagi dia pulang selama menjadi ketua KPPS ini,” kata Adam, saat ditemui Beritasatu.com.
Keluarga almarhum menuturkan, Firmanto sebelumnya tidak memiliki riwayat penyakit.
Firmanto meninggal dunia diduga karena kelelahan dan kerap pulang larut malam dalam menjalankan tugasnya sebagai ketua KPPS.
Diketahui, para petugas KPPS sudah mulai bekerja sejak dilantik pada akhir Januari 2024 lalu.
Mereka mendata, mencatat, dan membagikan formulir C6 yang merupakan surat pemberitahuan pencoblosan yang diberikan kepada pemilih. (berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi







