Hari Lahir Pancasila 2026, Polres HST Ajak Generasi Muda Jadikan Pancasila Pedoman Hidup
WARTABANJAR.COM, BARABAI – Polres Hulu Sungai Tengah (HST) menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di halaman Mapolres HST, Senin (1/6/2026).
Upacara yang dipimpin Kapolres HST AKBP Jupri JHP Tampubolon tersebut, diikuti para pejabat utama, kapolsek jajaran, personel, dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Polres HST.
Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila, sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.
Baca Juga: 17 Santri TPA Da’watul Khair Bakapas Khatam Alquran, Bupati HST Dorong Lahirnya Generasi Qurani
Baca Juga: Pendidikan HST Terbaik di Kalsel, Raih SPM Tertinggi dan Numerasi SD Terbaik Tahun 2026
Dalam kesempatan itu, Kapolres HST membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia.
Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga momentum refleksi untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
“Peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar mengenang rumusan dasar negara, tetapi menjadi momentum untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujarnya.
Menurutnya, Pancasila memiliki peran penting sebagai pemersatu bangsa di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya juga dinilai tetap relevan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, mulai dari perkembangan teknologi hingga dinamika global yang terus berubah.
Dalam amanat tersebut, Pancasila disebut sebagai “bintang penuntun” sekaligus “jangkar moral” bangsa Indonesia,dalam menjaga persatuan dan menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Selain itu, generasi muda juga diajak untuk tidak hanya menghafal Pancasila, tetapi mampu mengimplementasikan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Sikap gotong royong, toleransi, serta musyawarah dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga keutuhan bangsa.
Tema peringatan tahun ini juga menegaskan peran Indonesia dalam mendukung terciptanya perdamaian dunia, sebagaimana amanat yang tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.