Kenali, Gejala Diabetes Tipe 2 Lewat Kerontokan Rambut

Dr Vida meambahkan, mekanisme yang kedua adalah minimnya produksi insulin. Insulin adalah hormon yang membantu sel untuk mendapat gula sebagai sumber energi. Dengan begitu, sel-sel di dalam tubuh bisa menjalankan fungsi normal, termasuk menciptakan rambut.

Produksi insulin yang menurun dapat membuat sel-sel ikut terdampak dan tidak bisa menjalani fungsinya, termasuk fungsi menumbuhkan rambut. Akibatnya, pertumbuhan rambut baru pada folikel rambut akan ikut terhalang.

Vida menjelaskan, rambut rontok memang tidak hanya disebabkan oleh diabetes tipe 2. Banyak kondisi lain yang juga dapat memicu rambut rontok, seperti stres, perubahan hormon, faktor keturunan, hingga defisiensi vitamin.

Akan tetapi, orang-orang patut mencurigai adanya kemungkinan diabetes tipe 2 bila ada beberapa gejala diabetes lain yang menyertai kondisi rambut rontok. Bila mengalami kondisi ini, dr Vida menganjurkan orang-orang untuk memeriksakan diri ke dokter.

“Anda perlu berkonsultasi dengan dokter Anda mengenai diagnosis potensial,” ucapnya.

Sebagai tambahan, dr Vida mengatakan masalah rambut rontok juga bisa terjadi pada pasien diabetes yang sudah terdiagnosis. Dr Vida menyatakan, cara terbaik untuk mencegah kerontokan rambut pada pasien diabetes adalah dengan menjaga kontrol kadar gula darah. (berbagai sumber)

Editor: Erna Djedi