Ia berharap, penjajahan oleh Israel ini segera berakhir dan ia sekeluarga bisa kembali ke rumahnya.
Sementara itu, WHO melalui pernyataan resminya di Instagram menreka mengatakan warga Gaza yang ada di kamp pengungsian Rafah ini rentan diserang wabah penyakit karena kondisi sanitasinya tak memadai.
“Perang 118 hari di #Gaza. Orang-orang mengalami keadaan yang tidak dapat dibayangkan; mereka kelelahan, lapar, dan trauma. Keluarga-keluarga telah kehilangan segalanya dan berulang kali menghadapi pengungsian,” ujar WHO.
“Ribuan orang tidak memiliki tempat berlindung yang memadai untuk melawan dingin dan hujan, sementara penyakit semakin memperparah cengkeraman mereka. Seorang ibu pengungsi menggambarkan mimpi buruk yang dia alami. Seperti banyak orang lainnya, ia tidak memiliki perlindungan dari cuaca, tidak memiliki akses terhadap layanan kesehatan, tidak memiliki makanan, tidak memiliki air, dan tidak memiliki harapan,” tutup WHO.
View this post on Instagram
(yayu)
Editor: Yayu







