3. Masak makanan hingga matang
Cacing pita bisa hidup di domba, babi, dan sapi. Nama cacingnya berdasarkan tempat tumbuhnya dalam inang.
Misalnya, Taenia solium pada daging babi, dan Taenia saginata pada daging sapi. Oleh sebab itu, pastikan masaklah daging hingga matang sebelum mengonsumsinya.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), daging utuh (tidak termasuk unggas) setidaknya termasak dalam suhu 63 derajat Celcius.
Untuk daging giling (tidak termasuk unggas) lain lagi.
Masaklah dalam suhu 71 derajat Celsius. Jangan salah, ada beberapa jenis bakteri yang tidak mati meskipun sudah kamu panaskan pada suhu tertentu. Makanya,
pastikan makanan yang kamu konsumsi sudah termasak dengan benar.
Lebih lanjut mengenai cara mengolah daging sapi yang benar untuk cegah taeniasis, bisa kamu baca di sini: “Cara Mengolah Daging Sapi agar Terhindar dari Taeniasis” .
4. Hindari konsumsi makanan mentah
Melahap makanan mentah mungkin amat menggoda bagi sebagian orang. Namun, faktanya infeksi parasit ini bisa menular lewat makanan mentah.
Makanan mentah menyisakan berbagai bakteri dan kuman di dalamnya, terlebih lagi daging.
5. Simpan bahan hewani dengan benar
Menyimpan daging dan ikan dalam pembeku ada aturannya.
Cara yang bisa kamu lakukan agar larva dan telur cacing pita bisa mati adalah bekukan daging selama 7 hingga 10 hari, dan ikan sekurangnya 24 jam dengan suhu minus 35 derajat Celsius.
6. Rawat hewan peliharaan
Jika hewan peliharaan di rumah terinfeksi cacing pita, segeralah temui dokter hewan untuk mendapat penanganan yang tepat.
Selain itu, hindari kontak langsung dengan hewan selama masa pengobatannya.
7. Minum obat cacing
Pemberian obat bisa menjadi cara terampuh untuk mencegah infeksi cacing pita.
Menurut Kementerian Kesehatan RI, obat-obatan yang bisa kamu konsumsi contohnya albendazol atau mebendazol, dalam bentuk tablet kunyah dan sirup.
Untuk balita, biasanya dokter berikan dalam bentuk sediaan sirup.
Sementara untuk anak usia pra sekolah dan usia sekolah, dokter berikan dalam bentuk sediaan tablet kunyah.
Selain hal-hal di atas, ada beberapa hal lainnya yang perlu diperhatikan.
Contohnya mencuci tangan dengan sabun, menggunakan air bersih untuk keperluan rumah tangga, menjaga kebersihan dan keamanan makanan, menggunakan jamban sehat, dan mengupayakan kondisi lingkungan yang sehat. (berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi







