WARTABANJAR.COM – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus meningkat.
Berdasarkan data pertanggal 27 Januari 2024 kasus DBD tercatat sebanyak 1.062 kasus, 8 pasien meninggal dunia.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Diauddin diruang kerjanya Banjarmasin, Selasa (30/1/2024).
Diauddin mengatakan kasus DBD terbanyak ditemukan di Kabupaten Banjar dengan jumlah kasus 222 orang, kemudian disusul Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) dengan 155 kasus, dan Tanah Laut dengan 148 kasus.
“Kasus DBD tahun 2024 meningkat singnifikan dibandingkan pada tahun 2023 lalu. Untuk itu kita harus antisipasi hal tersebut agar penyebaran nyamuk DBD ini dapat ditangani lebih cepat,” kata Diaudin.
Menurut Diauddin, melonjaknya kasus DBD disebabkan faktor cuaca. Di mana hujan yang kerap terjadi akhir-akhir ini, mengakibatkan adanya genangan air yang menjadi sarang nyamuk Aedes Aegypti berkembang biang.
“Hidup nyamuk ini kan ada di genangan air bersih yang tidak mengalir,” ucapnya.
Baca Juga
Jembatan Ambruk di Desa Paramasan Bawah Kabupaten Banjar
Untuk itu, sangat diperlukan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama membersihkan lingkungan tempat tinggal masing-masing dengan menerapkan 3M plus, yaitu Menguras, Menutup dan Memanfaatkan atau Mendaur ulang barang bekas, dan Mencegah gigitan nyamuk dengan penggunaan cairan anti nyamuk, Memberantas jentik dengan larvasida di genangan air serta menanam tanaman pengusir nyamuk.







