Berhasil Berdayakan Warga Tanggulangi DBD, Bupati Tabalong Didapuk Jadi Narasumber Seminar FNM Society
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Dinilai berhasil dalam memberdayakan masyarakat menanggunglangi demam berdarah dengue (DBD), Bupati Tabalong Dr Drs H Anang Syakhfiani MSi didapuk menjadi pembicara seminar.
Tak tanggung-tanggung, seminar ini diselenggarakan oleh organisasi yang dipimpin mantan Menteri Kesehatan, Nila Moeloek.
Anang Syakhfiani didaulat menjadi narasumber pada seminar bertajuk Peran Masyarakat dalam Perlindungan Keluarga Terhadap Ancaman Dengue yang diselenggarakan oleh Farid Nila Moeloek (FNM) Society, Rabu (17/1) di Hotel Manhattan Jakarta.
Bupati men-sharing Peluang dan Tantangan Pemberdayaan Masyarakat di Kabupaten Tabalong terkait penggerakan dan pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) hingga daerah ini dinyatakan berhasil secara nasional.
"Hal yang dilakukan Pemkab Tabalong guna mengatasi masalah DBD adalah melalui inovasi penanggulangan, kolaborasi dan sinergitas," ujar Bupati.
Pengendalian dan pencegahan DBD, ujar dia, tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan melibatkan banyak pihak mulai dari DPRD, OPD, Camat, Lurah, Kepala Desa, organisasi sosial kemasyarakatan hingga pihak perusahaan swasta.
"Pemkab Tabalong membuat Surat Edaran Bupati Tabalong tentang Pelaksanaan Pemberantasan Sarang Nyamuk, Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik dan Lomba Kawasan Bebas Jentik," ungkap Anang Syakhfiani.
Dia mengatakan, Dinas Kesehatan dan Puskesmas membuat inovasi terkait pencegahan DBD berupa Gerakan Sapu Aja (Sepuluh menit abatisasi aedes) DBD, Gerakan Berantas (Geber) DBD, Gesit (Gerakan 1 Rumah 1 Sismantik), Kain Batik (Kader Aktif Informasikan Bebas Jentik), Makan Paliat (Mari Budayakan Peduli Lingkungan Sehat), Aplikasi My Dinkes.
"Dalam kurun waktu dua tahun terakhir kasus DBD di Kabupaten Tabalong merupakan yang terendah di Provinsi Kalimantan Selatan," ungkap Bupati.
Selain itu, imbuhnya, telah mengantarkan Tabalong sebagai Kabupaten terinovatif ke-enam pada tahun 2021, keempat di tahun 2022 dan indeks inovasi tertinggi di wilayah Kalimantan dan Sulawesi pada tahun 2023.
Mengakhiri paparannya, Bupati Anang Syakhfiani, berharap yang dilakukan Pemkab Tabalong mampu menginspirasi daerah lainnya di Indonesia, sembari berharap pemerintah pusat akan dapat semakin memberikan perhatiannya kepada daerah-daerah.
"Semisal dengan adanya pemberian insentif fiskal bagi daerah yang berhasil menanggulangi DBD," tutup Bupati Tabalong. (ernawati/mc)
Editor: Erna Djedi