Kalsel Babussalam Ikut Berperan Aktif Hijaukan Indonesia

Menurutnya, ini suatu progres yang sangat cepat dan memberikan harapan besar terhadap percepatan penurunan lahan kritis di Kalsel dan penurunan lahan kritis akan berdampak langsung terhadap perbaikan lingkungan. Gerakan revolusi hijau yang dicanangkan sejak tahun 2017, punya andil yang signifikan terhadap masifnya penghijauan di Kalsel.

“Lewat gerakan ini, berbagai pihak ikut terlibat dalam menanam pohon, mulai dari jajaran pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, BUMN, BUMD, mahasiswa, dan bahkan masyarakat biasa di kampung-kampung juga ikut terlibat dalam penanaman pohon. Kini, di wilayah perkantoran Pemprov Kalsel, kita kembali bergerak bersama dalam menanam berbagai macam jenis pohon,” tambahnya.

Menanam pohon ini menurut Hanifah bukan hanya penghijauan semata, tetapi juga membangun kembali ekosistem hutan yang mulai berkurang, ketika hutan kembali menghijau di Kalsel maka flora dan fauna akan ikut berkembang dengan baik.

Kawasan hutan di Kalsel seluas 1,6 juta hektare atau lebih dari 45 persen dari luas daratan, tentu harus terus di jaga dari kerusakan yang lebih parah. Lahan-lahan kritis yang masih begitu luas, jangan sampai membuat pesimis dan menyerah untuk memperbaikinya.

“Terus kita tanam pohon demi pohon, agar anak cucu kita nanti juga menikmati lingkungan yang sehat dan nyaman. Semangat menanam yang kita bangun hari ini dan hari-hari kemarin, sudah cukup memberikan rasa optimis dan harapan besar, bahwa kita mempunyai kesempatan untuk membangun kondisi lingkungan yang lebih baik,” harapnya. (ernawati/mc)

Editor: Erna Djedi