WARTABANJAR.COM, MARTAPURA - Pertemuan digelar Polsek Mataraman antara pihak SPBU Bawahan Selan, Mataraman dan para sopir truk PS angkutan umum pada Rabu (20/12/2023) di Mako Polsek Mataraman. Dipimpin langsung oleh Kapolsek Mataraman, Ipda Iwan Setiyawan, Kapolsek menegaskan tidak akan ada lagi pelangsiran solar di SPBU Bawahan Selan. Pihak SPBU Bawahan Selan juga siap menerima sanksi dari Pertamina dan berharap dukungan dari para pelangsir. "Sejak hari ini Rabu 20 Desember 2023 pihak SPBU Bawahan Selan menyatakan tidak akan ada lagi pelangsiran solar di SPBU Bawahan Selan," ujar Kapolsek Mataraman Ipda Iwan Setiyawan melalui Kasi Humas Polres Banjar AKP H Suwarji. Baca Juga Dua Orang Terkapar di Jalan Trans Kalimantan Km 18 Anjir  Selanjutnya, para sopir berdiskusi dengan pihak SPBU terkait definisi pelangsiran, konsekuensi pelarangan pelangsiran, hingga keterlibatan para sopir menghadapi sanksi tersebut. Hasil akhir, SPBU Bawahan Selan bersama sopir sepakat untuk menutup sementara penjualan BBM Solar sejak tanggal 20 Desember 2023 hingga batas waktu yang tidak ditentukan. "Alhamdulillah para driver (sopir) memahami dan menyepakati hal tersebut dan ikut memantau agar tidak terjadi pelangsiran di SPBU Bawahan Selan," ujar AKP Suwarji. Sekedar informasi, pertemuan ini menindaklanjuti video viral yang beredar di sosial media pada Rabu (20/12/2023) pagi. Rupanya, keributan tersebut terjadi pada Senin (18/12/2023) lalu. Dalam video tersebut, terlihat seorang pria menggunakan kaos abu-abu, bertopi putih, berambut panjang serta mengenakan masker. "Bapak Kapolda, Bapak Kapolres, Bapak Jokowi, inilah wajah-wajah SPBU Mataraman," ucapnya di dalam video tersebut. Rupanya, ada sebuah truk yang sedang mengisi BBM jenis solar dengan kapasitas tangki 4000 liter. Tak berselang lama, seorang pria bertopi hitam membawa pria bertopi putih itu menjauh dari area pengisian dan sempat cekcok. (nurul octaviani) Editor Restu