“Dalam pelaksanaan hal tersebut kita juga melakukan koordinasi dengan berbagai pihak seperti BPSDM Kalsel, dan lembaga uji kompetensi lainnya. Kami juga rutin mengadakan sosialisasi minimal satu bulan sekali baik secara langsung maupun daring,” tuturnya.
Dinansyah memohon dukungan kepada seluruh ASN lingkup Pemerintah Provinsi Kalsel untuk rutin melakukan update data pada aplikasi Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) Kalsel.
“Untuk sementara ini masih ada sejumlah ASN yang sering tidak ingat melakukan update data uji kompetensinya di aplikasi SIMPEG Kalsel, hal ini menjadi salah satu kendala kita dalam menghitung IP ASN. Untuk itu, saya mendorong seluruh ASN untuk rutin mengupdate data uji kompetensi yang diikutinya pada aplikasi SIMPEG Kalsel,” bebernya.
Sementara untuk 2024, pihaknya menargetkan IP ASN Pemerintah Provinsi Kalimantan sebesar 78 poin. Untuk mencapai target tersebut pihaknya akan mengadakan Rekon bersama pemegang aplikasi SIMPEG dari setiap SKPD.
“Jadi kita tidak muluk-muluk dulu untuk target 2024. Kita akan lakukan secara perlahan, hingga IP ASN kita bisa masuk kategori baik atau sekitar 80 poin,” tukasnya.
Kegiatan tersebut turut diikuti oleh seluruh Kepala SKDP lingkup Pemprov Kalsel, BKD dan BPSDMD kabupaten/kota se Kalsel, dan menghadirkan narasumber dari perwakilan Kantor Regional VIII Badan Kepegawaian Nasional (BKN). (MC Kalsel)
Editor Restu







