WARTABANJAR.COM - Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) akan menggunakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) menghadapi bencana hidrometeorologi saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) nanti. BNPB akan bekerjasama dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk mengurangi dampak dari tingginya curah hujan dalam beberapa bulan ke depan. “Kerjasama dengan BMKG untuk menggunakan TMC terbukti ketika terjadi kekeringan dan el nino tahun 2023, dengan kesiapan yang lebih cepat tidak terjadi karhutla yang signifikan. Pengalaman ini akan kami terapkan untuk menangani bencana hidrometeorologi basah ini,” ungkap Kepala BNPB, Suharyanto. Pemantauan cuaca ini akan difokuskan di jalur mudik yang diprediksi dilanda hujan deras hingga berpotensi banjir. “Akan memonitor perkembangan cuaca. Seadainya di jalur mudik dan tempat wisata maupun daerah tertentu yang mungkin akan datang hujan deras dan banjir, dengan TMC hujannya akan diperkecil atau dialihkan ke tempat lain,” lanjutnya. Baca Juga Persiapan Haul Abah Guru Sekumpul ke-19, Jemaah Dibagi Stiker Ia pun mengimbau kepada seluruh pemerintah daerah untuk melakukan langkah antisiapsi sesuai dengan karakteristik wilayahnya masing-masing. “Mendorong pemda untuk antisipasi sesuai dengan klasifikasi karakteristik bencana daerahnya,” tutur Suharyanto Adapun antisipasi yang dimaksud adalah bagi Kawasan Perkotaan untuk memastikan sistem drainase yang efektif dan bersih dari sampah dan manfaatkan sistem monitoring cuaca atau sistem peringatan dini untuk mendeteksi potensi hujan lebat. Kemudian, kawasan perbukitan mewaspadai retakan tanah kering yang rentan longsor saat terjadi hujan, menerapkan teknik konservasi tanah dan air serta pemeliharaan jalur hijau untuk menguransi erosi dan longsor, merancang sistem drainase yang sesuai dengan topografi perbukitan. Sedangkan kawasan pegunungan, mewaspadai banjir lahar dingin saat hujan intensitas tinggi dan membersihkan pohon tumbang yang jatuh ke badan sungai di hulu agar tidak menjadi bendung alam. Untuk kawasan pesisir, waspadai potensi banjir rob, selalu memantau prediksi cuaca dan tinggi gelombang serta perbaiki dan rawat pelindung pantai untuk melindungi dari abrasi, banjir rob, dan gelombang tinggi. Pada akhir paparan, Suharyanto mengungkap BNPB siap melaksanakan tugas kemanusiaan di kala sebagian masyarakat menjalankan libur bersama keluarga tercinta. “Kita siap mendampingi dan siap siaga bagi masyarakat yang sedang melaksaknakan libur ini. Mudah-mudahan libur ini berjalan lancar dan tidak terjadi bencana yang membuat masyarakat menjadi korban,” tutup Suharyanto.(atoe) Editor Restu