Penyebab Anak Menjadi Materialistis, Berikut Cara Mencegahnya

WARTABANJAR.COM – Bagaimana jadinya jika sejak kecil anak-anak Anda sudah memiliki sifat materialistis.

Materialistis adalah pandangan yang berisi keyakinan, sikap, atau nilai-nilai hidup yang mementingkan kepemilikan barang atau kekayaan material.

Materialistis pada anak merupakan sikap yang cenderung fokus pada keinginan untuk memiliki dan memperoleh benda-benda materi, seperti mainan, pakaian bermerk, atau barang lainnya.

Anak yang materialistis biasanya mengukur nilai diri dan kebahagiaan mereka berdasarkan kepemilikan barang atau status sosial.

Hal ini bisa dipengaruhi oleh lingkungan dan pola asuh yang diterapkan orang tua.

Mau tahu apa saja penyebab dan cara mencegah materialistis pada anak? Berikut ulasannya dilansir Halodoc.

Penyebab Materialistis pada Anak

Materialistis pada anak bisa muncul karena pengaruh lingkungan, nilai-nilai keluarga, dan tekanan dari media serta teman sebayanya.

Di bawah ini beberapa penyebab yang diketahui.

Pendapatan keluarga

Pendapatan keluarga juga bisa menjadi faktor penyebab materialisme pada anak.

Anak-anak yang berasal dari keluarga berpenghasilan rendah jauh lebih materialistis, ketimbang anak-anak yang tumbuh di keluarga berpenghasilan tinggi.

Pola komunikasi keluarga

Pola komunikasi keluarga memainkan peran penting dalam membentuk sikap materialistis pada anak.

Komunikasi yang mendukung dan memberikan pemahaman tentang nilai-nilai yang lebih penting ketimbang kepemilikan materi, dapat membantu mengurangi materialisme.

Sebaliknya, jika keluarga selalu menekankan kesuksesan, status sosial, atau kepemilikan barang sebagai ukuran keberhasilan, anak cenderung menginternalisasi nilai-nilai tersebut.

Keyakinan yang salah

Studi berjudul Material parenting: how the use of goods in parenting fosters materialism in the next generation, yang terbit pada Journal of Consumer Research menemukan bahwa anak-anak yang materialistis memiliki dua keyakinan utama, yaitu:

Definisi kesuksesan berasal dari barang-barang berkualitas tinggi dan sejumlah harta benda yang dimiliki.

Memperoleh produk atau barang tertentu yang tidak dimiliki oleh orang lain.

Kebanyakan orang tua tidak sengaja menanamkan keyakinan tersebut pada anak.

Mereka mengembangkan keyakinan tersebut berdasarkan gaya pengasuhan dan praktik disiplin dari orang tua.

Masalah keluarga