Ia sudah berjualan di Pasar Taibah lebih dari 20 tahun dan berjualan makanan ringan dan roti-roti.
“Mulai dari ibu saya, sampai saya yang meneruskan,” ujarnya lagi.
Tak hanya kios tempat berjualan, gudang tempat penyimpanan dagangannya juga menjadi korban amukan si jago merah.
“Kerugian gak bisa dikira-kira, banyak sekali,” ungkapnya.
Napsiyah juga berharap, pemerintah daerah segera membantu para pedagang yang menjadi korban musibah ini.
“Semoga segera diperbaiki, apalagi saya sudah kena dua kali. Yang di belakang itu karena kebakaran tahun kemarin belum diperbaiki, yang ini kena lagi,” harapnya. (nurul octaviani)
Editor Restu







