WARTABANJAR.COM, GAZA – Israel makin menjadi-jadi dalam menekan warga yang berada di RS Al-Shifa.
Setelah sempat digeledah dengan alasan rumah sakit tersebut jadi tempat persebunyian Hamas, Israel kemudian menyandera ribuan pasien.
Selanjutnya, Israel mendeadline sebanyak 2.500 orang, terdiri dari pasien dan staf medis meninggalkan Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza utara pada Sabtu (18/11/2023) pagi.
Militer Israel mengaku bahwa mereka tidak memerintahkan evakuasi, tetapi hanya membantu orang-orang yang ingin meninggalkan fasilitas medis tersebut.
Sementara itu, Juru bicara otoritas kesehatan di Gaza Medhat Abbas mengatakan militer Israel hanya memberi waktu 1 jam untuk mengeluarkan ribuan orang dari RS Al-Shifa karena akan membersihkan fasilitas.







