Setelah rehat selama dua minggu, kelompok yang sama makan tiga kali sehari, dan mengonsumsi dua menu kudapan setiap hari antara siang dan 11 malam.
Pola makan atau kebiasaan ini juga dijalani selama delapan minggu. Mau tahu hasilnya?
Melalui studi tersebut, para ahli menemukan bahwa dampak makan larut malam pada subjek penelitian memicu:
1. Berat badan bertambah.
2. Subjek memetabolisme lebih sedikit lipid dan lebih banyak karbohidrat.
3. Insulin dan glukosa puasa meningkat.
4. Kadar kolesterol dan trigliserida meningkat (kadar normal yaitu di bawah 200 miligram per desiliter untuk kolesterol, dan 150 miligram per desiliter untuk trigliserida).
Menurut studi di Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism, makan terlalu malam berkontribusi pada penambahan berat badan, dan meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes yang lebih tinggi. (halodoc)
Editor Restu






