Karenanya, Edy menyarankan agar tidak ada kegiatan seksual dengan orang yang tidak dikenal juga perlunya vaksinasi kepada kelompok berisiko.“Harus tepat sasaran dan bisa memproteksi kelompok tersebut dan orang disekitarnya,” ucapnya.
Sebelumnya dalam Rapat Kerja bersama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan penyebaran cacar monyet sudah meluas tidak hanya di DKI Jakarta, melainkan di Banten dan Jawa Barat.
“Mpox di kita per kemarin itu ada 34 kasus. Ini menyebar dari Jakarta ke Banten dan Jawa Barat. Tahun lalu naik di seluruh dunia, makin ke sini Indonesia ditemukan tahun lalu. Kena satu kasus, imported case dari dari Singapura, tetapi sekarang itu di Jakarta sudah penularan lokal,” papar Menkes Budi.
Ia menyatakan penyakit ini masuk kategori sensitif, lantaran lebih banyak terjadi di segmen khusus seperti Lelaki Suka Lelaki (LSL).
Budi juga mengakui untuk monkeypox memang sengaja tidak dilakukan secara high profile, mengingat Kemenkes harus bekerja secara diam-diam dengan kelompok sosial seperti LSL dan semacamnya.
“Karena takutnya akan memberikan stigma sehingga jadi tidak efektif intervensi kesehatannya. Tapi penyebarannya meningkat dan ini yang terjadi sudah penularan lokal banyak yang di Jakarta, dan kemarin juga sudah mulai menyebar ke Banten dan Bandung,” jelasnya.
Kendati demikian, Menkes Budi mengatakan penanganan kasus Mpox sampai saat ini masih bisa ditangani dan sudah disiapkan vaksinnya.
“Jadi, kita akan kasih vaksinnya benar-benar tidak ke semua orang, tetapi ke kelompok-kelompok dengan faktor risiko khusus dan obatnya juga sudah,” pungkasnya. (humas)
Editor Restu







