“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada jenazah korban,” ujar Sutargo.
Baca juga: Warga Telawang Mengaku Balita Telantar di Tjilik Riwut Sampit Anaknya yang Hilang 2 Tahun Lalu
Penyebab kematian, lanjut dia, diduga karena sakit yang diderita oleh korban berdasarkan keterangan dari beberapa tetangga.
“Saksi Erni pemilik warung di seberang rumah korban menerangkan bahwa pada Jumat (27/10/2023), korban ada datang ke warung mengeluh sakit kepala dan membeli obat sakit kepala sebanyak 2 butir, sekaligus membeli rokok sebanyak 5 batang dan korban Fathul Jannah setiap datang ke warung sering mengeluh sakit kepala,” papar Sutargo.
Kemudian, dari keterangan Yupi Yuliansyah, juga tetangga korban, pada hari Minggu (29/10/2023), saksi ada kerumah korban bermaksud untuk mengantar makanan, namun setelah diketuk pintu tidak dibuka.
Menurut keterangan Hj Sugianti, kakak Kandung korban, adiknya itu tinggal seorang diri di rumah tersebut, tidak memiliki suami maupun anak.
Pihak keluarga menolak untuk dilakukan Autopsi dan menilai bahwa kematian korban dalam keadaan wajar dan telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi. (ernawati)
Editor: Erna Djedi







