Kabag Humas Perumda Pasar Bauntung Batuah, Gusti Andriansyah tak menampik kondisi Pasar Martapura saat ini.
“Kami dari perumda Pasar Batuah tidak menampik memang saat ini kondisi sedang sepi. Data terbaru yang kami miliki, dari 700 kios yang ada sebelum terdampak banjir, kini hanya tersisa sekitar 500 kios yang beroperasi. Artinya ada sekitar 200 kios yang tidak beroperasi hingga saat ini,” ujarnya saat ditemui.
Lebih Lanjut, Gusti Andriansyah menjelaskan kondisi pasar yang sepi tak hanya di Martapura saja. Bahkan beberapa pasar di kota lain seperti Pasar Sudimampir juga cenderung sepi.
Menurut analisa Gusti Andriansyah, faktor-faktor yang menjadi penyebab Pasar Martapura sepi diawali pada tahun 2020, yakni ketika musibah banjir melanda.
“Menurut analisa saya, yang pertama kita terdampak banjir, lalu dalam dinamikanya tergerus covid,” jelasnya lagi.
Selain itu, digitalisasi juga berpengaruh terhadap kehidupan pasar. Kecendrungan masyarakat berbelanja online juga disinyalir menjadi salah satu faktor penyebab pasar menjadi sepi.
Dalam menghadapi hal ini, Perumda Pasar Bauntung Batuah akan melakukan sosialisasi tentang digitalisasi kepada para pedagang.
“Insyaa Allah dalam waktu dekat kami akan mengajak pedagang untuk belajar terkait digitalisasi, bisa saja nanti berupa pembinaan agar melek teknologi,” ujarnya lagi. (nurul octaviani)
Editor Restu







