WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Media nonton streaming Disney+ Korea baru-baru ini menaikkan harga berlangganan, ditengarai karena salah satu tayangannya, Moving, sukses besar.

Netizen setempat menduganya demikian.

Pada Rabu (6/9/2023), Walt Disney Company Korea mengungkapkan peraturan baru soal keanggotaan yang akan berlaku untuk para pelanggan baru mulai 1 November mendatang.

Pemegang keanggotaan standard hanya bisa menonton video dengan kualitas maksimal full HD (1080p) dan saluran audio 5.1 serta membatasi streaming simultan hanya pada dua perangkat.

Berbeda dengan keanggotaan premium yang menawarkan video dengan kualitas lebih baik hingga 4K Ultra HD & HDR dengan audio Dolby Atmos.

Pelanggan premium ini juga bisa melakukan streaming di empat perangkat secara bersamaan.

Dengan keuntungan yang mirip dengan keanggotaan lama, harga berlangganan telah dinaikkan menjadi 4.000 won per bulan.

"Melalui perubahan kebijakan keanggotaan ini, kami berencana menyediakan konten merek global yang lebih luas kepada pelanggan, konten asli eksklusif, dan koleksi cerita lokal berkualitas tinggi serta nilai yang lebih baik dan lebih banyak pilihan," terang Disney+ Korea.

Pelanggan yang sudah menggunakan Disney+ sebelum 1 November 2023 masih bisa menggunakan keanggotaan premium, kecuali mereka berhenti berlangganan untuk mengubah jenis keanggotaan lalu berlangganan kembali setelah 1 November.

Kabar kenaikan harga berlangganan ini membuat netizen curiga Disney+ Korea menggunakan kesuksesan "Moving" sebagai alasan untuk membuat pelanggan membayar lebih.

Dugaan itu berdasarkan fakta bahwa Disney+ telah mencatatkan peningkatan Pengguna Aktif Harian (DAU) tertinggi pada bulan lalu berkat popularitas Moving.

Jumlah ini meningkat secara signifikan sekitar 48 persen dari 250.000 pengguna per hari di bulan Juli menjadi 370.000 pengguna per hari di bulan Agustus. (berbagai sumber)

Editor: Yayu