WARTABANJAR.COM – Fenomena alam “El Nino”, dipicu oleh peningkatan suhu permukaan air di Samudra Pasifik Tengah dan Timur.
Perubahan suhu ini menyebabkan pergeseran angin dan arus laut, yang mengubah pola cuaca secara global.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan El Nino mengakibatkan kemarau yang terjadi di 63 persen wilayah Indonesia, termasuk Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).
Baca Juga
Hujan Petir di Mekkah, Seorang Guru Tewas
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Syamsudin Noor Banjarmasin, Karmana memprediksi jika kejadian ini akan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.
“El Nino masih akan bertahan sampai akhir tahun, tapi dampaknya seiring dengan datangnya musim hujan makin berkurang, sebab Oktober diprediksi sudah mulai turun hujan,” sebut Karmana, dikutip Kamis (24/8/2023).







