“Dan kadang pun tangkinya datang bisa tengah malam, dan itu pun 2 hari sekali datangnya,” tambahnya.

Selain itu, ucap Winarti, solusi tangki ini juga dapat merusak kerukunan warga yang ada sekitar, karena harus berebut air dari tanki tersebut.

Winarti juga membeberkan, kedatangan pihaknya kali ini juga untuk meminta penurunan tarif pembayaran rekening air.

Pasalnya, selama ini pihaknya disalurkan air dengan cara menggunakan tangki, namun untuk pembayaran masih mahal.

“Oleh sebab itu kedatangan kami kesini juga ingin meminta kami bisa pindah saja ke PTAM Bandarmasih saja,” pungkasnya. (qyu)

Editor: Erna Djedi