“Itu kalau dijual harganya Rp45 juta dengan asumsi per kilogramnya seharga Rp150 ribu,” ujar Kombes Pol. Arman.
Dari hasil interogasi terhadap IGS yang berperan sebagai sopir truk, terungkap bahwa daging penyu hijau tersebut hendak diberangkatkan ke Bali untuk diserahkan kepada pemesan.
“Dari pengakuan IGS terungkap siapa yang menyuruh dan penyuplai, yakni IGR sebagai orang yang menyuruh dan SM sebagai penyuplai,” tambah Kombes Pol. Arman.
Dari keterangan IGS, polisi kemudian melakukan penelusuran keberadaan kedua pelaku lain. “Hasilnya pada Kamis (27/7), keduanya kami tangkap di rumahnya masing-masing di wilayah Sumbawa,” lanjut Kombes Pol. Arman.
Dari hasil pemeriksaan terhadap SM, bisnis penjualan daging penyu hijau ini merupakan tindak lanjut kerja sama dengan seseorang dari luar NTB. SM menyatakan, daging penyu hijau itu didapat dari para nelayan.
“Belinya dari nelayan. Harga belinya Rp400 ribu sampai Rp600 ribu per ekor, tergantung bentuk dan ukurannya. Semakin berat, semakin mahal,” ujar Kombes Pol. Arman.
Kepada penyidik, SM mengaku sudah dua kali mengirim daging penyu hijau tersebut ke Bali dan menjualnya ke beberapa restoran. Ia menjalankan bisnis tersebut karena tergiur dengan keuntungan yang cukup besar.(rls)
Editor Restu







