WARTABANJAR.COM, MARTAPURA - Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar, menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia.

Pasalnya, wilayah ini diketahui merupakan rawan banjir. Hampir setiap tahun Pengaron menjadi langganan banjir dengan kondisi cukup parah.

Sebagai bentuk perhatian sekaligus untuk penanganan di saat banjir, BNPB memberikan bantuan satu unit perahu fiber untuk masyarakat Pengaron.

Bantuan tersebut diserahkan simbolis oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Syaifullah Tamliha kepada Pambakal Desa Pengaron, Supiannoor, disaksikan perwakilan BNPB, Asisten Bupati Banjar Bidang Administrasi Umum Rahmad Dhany, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar Warsita, Camat Pengaron Alipudin, tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat, Kamis (13/7/2023).

Baca juga:

Menko PMK Sesalkan Orangtua Curangi PPDB Zonasi, “Apa yang Diharapkan dari Anaknya Nanti?”

Syaifullah mengatakan, bantuan perahu karet tersebut merupakan hasil tindak lanjut dari reses masyarakat pengaron beberapa waktu lalu.

Dirinya menyebut ini merupakan bentuk tanggung jawab sebagai wakil rakyat, terlebih ketika aspirasi tersebut masuk dan sampai kepada dirinya.

Syaifullah menyebutkan perahu yang diberikan BNPB ada lima unit se-Indonesia, dan tiga di antaranya untuk Kalimantan Selatan yakni dua di Kabupaten Banjar, untuk Desa Murung Kenanga dan Desa Pengaron, serta satu desa di Kabupaten Balangan.

“Ulun (Red-Saya) titipkan perahu kepada pian dan ulun minta untuk dijaga agar dapat bermanfaat,” ujarnya.

Kalak BPBD Banjar Warsita mengatakan ini adalah perahu jenis polyethylene dengan kapasitas 6 sampai dengan 8 orang.

"Dengan adanya perahu ini dapat membantu untuk mengevakuasi masyarakat renta dan dapat digunakan untuk penanganan pertama sebelum pihak lainya sampai ke lokasi," harap Warsita.

Sementara itu, Camat Pengaron Alipudin mengatakan di wilayah kerjanya ada lima desa yang rentan terhadap bencana banjir, sehingga dengan adanya bantuan perahu dapat menambah kesiagaan dan memudahkan evakuasi jika terjadi banjir.

“Bantuan perahu ini akan kami standby kan di rumah pambakal Desa Pengaron, sehingga apabila terjadi banjir dapat langsung digunakan,” ucapnya. (edj/mc)

Editor: Erna Djedi