Kemenag Siapkan Hadiah Total Rp2,7 Miliar Ajang MQKN 2023, Tambrin Berharap Kalsel Pertahankan Prestasi
MQKN di Pesantren Sunan Drajat diselenggarakan selama 8 hari, dari 10 -18 Juli 2023.
Diikuti 34 Kafilah Provinsi dan 1 Kafilah Tuan Rumah dengan jumlah total. 2195 santri Pesantren dan mahasantri Ma’had Aly beserta para pembina/pendamping yang menyertainya.
Baca juga:
Pemerintah Tak Mau Bubarkan Al-Zaytun, Ini Alasan Mahfud MD
Dalam MQKN tahun ini, juga digelar Halaqah Ulama Nasional yang akan diikuti 300 Kiai/Nyai dari berbagai pesantren di Indonesia.
Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Kalimantan Selatan Dr H Muhammad Tambrin MMPd berharap santri terbaik Kalsel bisa pertahankan prestasi yang pernah diraih pada gelaran MQKN VI di Jepara, Jawa Tengah.
Tambrin optimis bisa, karena hampir tiap penyelenggaraan kebolehan dalam membaca kitab kuning tersebut, Kalsel selalu diperhitungkan.
“Memang terasa berat untuk bersaing dengan santri-santri asal Provinsi di pulau Jawa. Namun kita yakin, anak-anak pasti bisa menampilkan yang terbaik.” katanya usai acara pembukaan MQKN di Ponpes Sunan Drajat Lamongan.
Bukan hanya prestasi, Tambrin mengatakan bahwa momentum MQKN hendaknya bisa memotivasi dan meningkatkan kemampuan santri dalam melakukan kajian dan pendalaman ilmu-ilmu agama Islam yang bersumber dari kitab kuning. “Sesuai dengan tema, rekontekstualisai kitab kuning diharapkan bisa menjawab berbagai kebutuhan masyarakat modern, khususnya kalangan muda di Kalsel,” tegasnya.
Tambrin selanjutnya berpesan kepada para pendamping dan pembina bidang agar selalu memberikan semangat kepada para anak santrinya disamping memberikan perhatian kebutuhan apa yang mereka perlukan.
“Bukan sekadar mendampingi, namun kehadiran pendamping dan pembina bidang mempunyai arti tersendiri bagi santrinya, perhatikan kebutuhan harian mereka,” pintanya. (edj)
Editor: Erna Djedi