Tarif Masuk Wisata Kampung Ketupat di Sungai Baru Banjarmasin Diturunkan
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Wisata Kampung Ketupat di Jalan Sungai Baru, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin sudah beroperasi sepekan lebih, Senin (10/07/2023) .
Banyak keluhan pengunjung terkait mahalnya harga tiket yang diterapkan untuk tarif masuk Kampung Ketupat.
Kontroling Wisata Kampung Ketupat, Maman mengatakan memberikan solusi bagi pengunjung Kampung Ketupat.
"Sudah sepekan ini kami mencoba menurunkan harga tiket, tiket pada Senin-Selasa Rp 10 ribu, Rabu-Kamis Rp 15 Ribu rupiah dan Sabtu - Minggu Rp 20 Ribu rupiah," ujar Maman.
"Bukan harga tiket saja yang diturunkan namun setiap pengunjung dikasih voucher minuman gratis," jelasnya.
Baca Juga
Polres Tanbu Gelar Operasi Patuh Jaya 2023 Selama 14 Hari
Ia juga menyampaikan, mahalnya harga tiket itu penyeimbangan dikarenakan destinasi wisata yang dikelola secara swasta yang merawat tempat wisata.
Mulai kebersihan tempat, pengelolaan, penambahan fasilitas dan lain lainya.
"Kami melakukan pembiayaan sendiri, Seperti kerusakan, penambahan fasilitas, penambahan pepohonan disekitar, Meja kursi pengunjung, taman, istilah nya biaya perawatan tempat wisata, seperti saat ini kami sedang dalam penambahan kursi duduk untuk pengunjung," ujarnya
Maman juga menyampaikan harga tiket itu kebijakan dari pengelola kampung ketupat sendiri.
"Karena ini dikelola secara swata, kita dari awal emang investasi disini, sewa tanah dan dibangunkan tempat wisata dan sebenarnya penentuan voucher tiket masuk itu hak kita, istilahnya murni swasta, " Ujar Pak maman.
Namun dengan adanya saran dari warga yang pernah berkunjung, maka Wisata Kampung ketupat melakukan evaluasi terus menerus dan melakukan solusi yang tepat agar memberikan kepuasaan terhadap wisatawan.
"Apalagi sebentar lagi mau grand opening yang pastinya kami ingin memberikan kenyamanan, kepuasan bagi pengunjung dan selalu ingin memberikan perkembangan untuk ke depannya, " ujar Maman
Ia juga menyampaikan pengelolaan Wisata Kampung Ketupat pastinya kordinasi dengan RT setempat karena mereka juga membangun wisata di sekitar Kampung Ketupat.