WARTABANJAR.COM - Masyarakat Tanah Air masih bingung dan bertanya-tanya terkait adanya perbedaan 1 Zulhijah antara Pemerintah Indonesia dengan Arab Saudi.

Pemerintah Indonesia menetapkan 1 Zulhijjah jatuh pada Selasa, 20 Juni 2023, dan Idul Adha Kamis 29 Juni 2023.

Sementara, Pemerintah Arab Saudi 1 Zulhijjah jatuh pada Senin 19 Juni 2023, dan Idul Adha pada Rabu 28 Juni 2023.

Terkait hal itu, ulama kenamaan Tanah Air, Ustadz Abdul Somad (UAS) angkat bicara.

Menurutnya letak perbedaan pendapat ini dikarenakan penampakan anak bulan di seluruh penjuru dunia tidak sama.

“Dunia ini satu matlak atau ta’addud al matoah, apakah penampakan anak bulan itu satu atau banyak? itu letak permasalahannya. Maka pendapat yang kuat adalah penampakan anak bulan itu tidak sama, tapi banyak,” ujar UAS dilansir dari akun TikTok Ihwandi Saharuddin, Rabu, 21 Juni 2023.

Penceramah kelahiran Silo Lama, Asahan, Sumatra Utara itu memaparkan persoalan ini diungkap oleh sahabat Nabi Muhammad SAW, yakni Abdullah bin Abbas.

UAS bercerita, saat itu, Abdullah bin Abbas bertanya kepada sahabatnya yang baru pulang dari Negeri Syam (sekarang Suriah, Palestina, Yordania, dan Lebanon) ‘Kamu kemarin di Negeri Syam puasa hari apa?’ si sahabat menjawab ‘hari Jumat’ sementara di Madinah Sabtu, diketahui dua wilayah tersebut berjarak kurang lebih 1.000 kilometer.

Menurut UAS apabila jarak 1.000 kilometer saja bisa terjadi perbedaan, hal demikian dinilai cukup menjadi alasan mengapa Indonesia dan Arab Saudi memiliki perbedaan dalam penentuan 1 Zulhijjah.

“1.000 kilometer itu terjadi perbedaan matlak atau penampakan anak bulan, apalagi kita dengan Saudi Arabia 9.000 kilometer. Jadi kalau Saudi Arabia pada Senin, 19 Juni 1 Zulhijjah kemarin sudah tampak anak bulan, maka Indonesia belum nampak anak bulan, kita 1 Zulhijjahnya hari Selasa (20 Juni), menurut rukyat,” jelasnya

UAS mengatakan, perbedaan dalam penentuan 1 Zulhijjah ini otomatis juga membuat perbedaan dalam pelaksanaan Hari Raya Idul Adha dan pelaksanaan Puasa Arafah pada 9 Zulhijah. (berbagai sumber)

Editor: Erna Djedi