“Tidak diragukan lagi manusia bermudah mudahan dalam masalah foto dan itu sudah nyata. Meskipun itu di Masjid Nabawi, khotib sedang berkhutbah (dia seperti ini) selfie. Dia tidak mendengar khutbah sama sekali,” tuturnya.
“Bahkan mereka terkadang berbohong dalam mengambil foto. “Permisi, tolong ambil gambar saya (pose sedang berdoa). Bohong padahal dia tidak sedang berdoa,” ungkapnya.
Ia menyindir jemaah Indonesia yang mengambil foto hanya untuk dipamerkan di majelis bahwa mereka berada di Masjid Nabawi sedang berdoa. Ia menjelaskan bahwa hal tersebut sebenarnya haram dilakukan.
“Akan tetapi jika jemaah Indonesia mengambil foto dan dia pamerkan itu di majelis bahwa dia lagi berdiri di Masjid Nabawi dan sedang berdoa,” kata Syekh Sulaiman.
“Dan aku jelaskan pada manusia bahwa ini haram,” pungkasnya. (aqu)
Editor Restu






