WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Setiap tanggal 21 Juni diperingati sebagai Hari Ulang Tahun PT Air Minum (PTAM) Intan Banjar, di tahun 2023 ini perusahaan berkantor di Jalan Pangeran Hidayatullah No 24 Kelurahan Komet Banjarbaru Kalimantan Selatan itu merayakan HUT yang ke-35.

Seabrek keluhan masih didapati dari pelanggan PTAM Intan Banjar.

Seperti pelanggan di Sungai Tabuk Kabupaten Banjar. Sebagian pelanggan di daerah tersebut masih sering mendapati distribusi air leding dari PTAM Intan Banjar mati.

Bahkan berdasarkan penuturan pelanggan, merasa nilai tarif yang dibayarkan tak sesuai dengan pelayanan. Masyarakat menilai pelayanan yang diberikan oleh PTAM Intan Banjar terkait pendistribusian air bersih dan tarif yang tidak sesuai dengan pelayanan kurang memuaskan.

Hal ini dirasakan oleh salah satu warga Pematang Panjang, Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar yang bernama Mala.

Mala sudah lama menggunakan layanan PTAM lantaran mengharapkan air bersih, namun yang didapatnya malah kekurangan air bersih tersebut.

"Duh, pusing deh kalau ngomongin masalah ini. Sudah bayar mahal, air selalu mati tanpa ada kabar," keluhnya kepada wartabanjar.com.

Tak hanya Mala, sejumlah warga setempat juga merasakan hal yang sama. Tapi, warga pun memilih untuk diam karena sudah lelah mengeluh tapi tidak menghasilkan apa-apa.

Pantauan di kolom komentar akun instagram resmi PTAM Intan Banjar dibanjiri komentar-komentar negatif terkait pelayanan dan distribusi air. Sayangnya, pihak PTAM tidak merespon komentar tersebut.

Data didapat dari Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Selatan, sepanjang tahun 2022 saja ada 9 laporan masyarakat, konsultasi sebanyak 49. Semua itu terkait layanan PTAM Intan Banjar.

“Laporan tentang distribusi air yang tidak lancar atau tidak mengalir. Kalau dari kmi, sudah dilakukan Langkah-langkah tindak lanjut secara cepat,” kata Kepala Ombudsman RI Perwakilan Kalsel, Hadi Rahman, Rabu (21/6/2023).

Lebih lanjut dia menjelaskan, tindak lanjut yang dimaksud mulai dari pemeriksaan lapangan dan klarifikasi langsung.

“Kami minta supaya segera komitmen perbaikan jaringan distribusi, peningkatan kualitas pengelolaan pengaduan, dan adanya jaminan pelayanan pada masa perbaikan,” bebernya.