Pengedar Sabu Tabalong Tewas Didor, Polisi Ungkap Kronologinya

Petugas memperkenalkan diri dan menanyakan keberadaan suaminya.

Namun istri dan anak pelaku yang juga berada di ruangan tersebut menyampaikan bahwa suaminya tidak berada di rumahnya saat itu.

Petugas kemudian melakukan pencarian dan menemukan pintu kamar tidur bagian depan dalam posisi dikunci dari dalam.

Petugas yang curiga pelaku ada didalam kamar tersebut memanggil agar pelaku kooperatif dan keluar menyerahkan diri namun tidak diindahkan.

Salah seorang petugas berusaha mendobrak dan saat pintu terbuka.

Pelaku langsung menyerang petugas menggunakan sebilah senjata tajam jenis katana secara membabi buta hingga salah satu polisi tersudut dikursi pojok ruang tamu.

Pada jarak yang sangat dekat dan sudah merasa jiwanya terancam, Petugas yang terjepit menembak kearah pelaku namun Pelaku tetap menyerang, petugas lain yang mengamankan rekannya saat itu kemudian melakukan tindakan refresif dengan menembak kearah pelaku MDH yang dinilai sangat membahayakan nyawa petugas hingga pelaku jatuh dan meninggal dunia.

Saat penggeledahan di dapati 2 paket sabu di dalam kamar pelaku dan diatas meja ruang tamu ditemukan barang bukti timbangan digital, plastik klip, pipet, bong, skup dari sedotan dan Hanphone yang disembunyikan di bawah kasur kamar pelaku.

Saksi-saksi yaitu Istri dan anak pelaku menerangkan bahwa mereka melihat sendiri pada saat pelaku keluar dari pintu kamar langsung menyerang tiga orang petugas secara membabi buta dengan menggunakan sebilah senjata tajam jenis katana.

“Dari keterangan istri, anak dan keluarga dekat pelaku, bahwa mereka sudah berulangkali mengingatkan pelaku agar berhenti melakukan bisnis haram tersebut namun pelaku tetap pada pendiriannya dan terkait meninggalnya pelaku pihak keluarga sudah menerimanya,” pungkas Sutargo. (edj)

Editor: Erna Djedi