WARTABANJAR.COM, MARTAPURA – Rumah Maysarah (50) atau Mama Aluh yang terbakar pada Minggu (11/6) siang ternyata penuh dengan barang mudah terbakar.
Diketahui, Almarhum suami Mama Aluh merupakan seseorang yang suka mengumpulkan barang bekas.
Rumah yang terbakar baru saja beberapa tahun berdiri tegak. Dahulu, rumah tersebut hanya sepetak saja. Ruang utama dan dapur sambil dibangun perlahan.
“Suaminya dulu pemulung. Baru aja meninggal,” ujar Bili warga setempat.
Sementara itu, Mama Aluh sudah dua kali ditegur warga karena sering membakar sampah di cuaca panas dan berangin seperti ini.
“Sudah saya peringati jangan sering bakar sampah, cuacanya panas. Kemarin hampir kejadian juga,” ujar Bili lagi.
Di siang hari, Mama Aluh kembali membakar timbunan sampah di samping dapurnya dengan api yang cukup besar.
Tetangga sekitar, mendengar letupan sebanyak dua kali, namun tidak mengetahui apa yang meletup.
“Posisinya saya di depan pintu lagi nyetrika. Mama Aluh menyalakan api dan ada suara letupan. Letupan pertama, api masih kecil aja,” ujar Noor Hidayati.
Setelah letupan pertama, Mama Aluh diduga menambah sampah di timbunan tersebut hingga api semakin membesar. Tak lama, terdengarlah letupan kedua.
“Pas letupan kedua saya keluar, saya lihat api sudah di bagian rumah. Saya coba padamkan seadanya sambil menghubungi relawan dan memanggil Mama Aluh,” sambungnya.
Mama Aluh yang berada di dalam rumah langsung mematikan sakelar listrik dan keluar rumah. Namun sayangnya, Mama Aluh lupa membawa tas yang berisi uang hasil menjual sepeda motor.







