Kebakaran di Bincau Muara, Istri Pemulung Ini Pasrah Harapkan Bantuan

“Posisinya saya di depan pintu lagi nyetrika. Mama Aluh menyalakan api dan ada suara letupan. Letupan pertama, api masih kecil aja,” ujar Noor Hidayati.

Setelah letupan pertama, Mama Aluh diduga menambah sampah di timbunan tersebut hingga api semakin membesar. Tak lama, terdengarlah letupan kedua.

“Pas letupan kedua saya keluar, saya lihat api sudah di bagian rumah. Saya coba padamkan seadanya sambil menghubungi relawan dan memanggil Mama Aluh,” sambungnya.

Mama Aluh yang berada di dalam rumah langsung mematikan sakelar listrik dan keluar rumah. Namun sayangnya, Mama Aluh lupa membawa tas yang berisi uang hasil menjual sepeda motor.

“Saya udah gak punya harta lagi, tinggal sendiri, suami baru meninggal, anak jauh, saya juga lagi sakit,” ujar Mama Aluh.

Para warga sekitar merasa iba dan kasihan kepada Mama Aluh. Warga dan Mama Aluh berharap, pemerintah bisa memberikan bantuan kepada Mama Aluh yang hidup sebatang kara di daerah tersebut.

“Semoga dengan belas kasih pemerintah, warga, dan lain-lain ulun bisa dapat bantuan untuk menyambung hidup,” tutup Mama Aluh. (nuy)

Editor: Erna Djedi