Dua Calon Jemaah Haji Gagal Terbang ke Tanah Suci

“Sedangkan untuk Ibu Nafsiyah ikut kloter 43 dan tergabung dalam KBIH NU, berdasarkan hasil pemeriksaan dari dr Migunani, juga mengidap dimensia berat. Selain itu, juga menderita diabetes berat dengan kadar di atas 300,” jelasnya.

Menurutnya, jika kesehatan kedua jamaah tersebut hingga 20 Juni 2023 bisa membaik, maka mereka bisa diterbangkan ke tanah suci bersama jamaah lainnya yang tergabung dalam kloter sapu jagat.

Adanya keputusan ini pihak keluarga bisa menerima setelah dilakukan pemeriksaan terhadap kedua jamaah tersebut.

“Insyaallah, jika kesehatannya pulih hingga 20 Juni mendatang, mereka bisa digabungkan dengan kloter sapu jagat untuk diterbangkan. Kita doakan saja untuk kesehatan mereka dan yang terbaik bagi keluarga mereka,” harapnya.

Perhatian dan kepedulian terhadap kesehatan jamaah haji sangat penting. Sehingga, sejak akan berangkat dari Kabupaten Batang, sampai masuk ke asrama haji sebelum terbang, kesehatan jamaah terus dipantau. Termasuk saat berada di tanah suci.

“Untuk itu, Kementerian Agama Kabupaten Batang terus memantau kondisi mereka, agar dapat memberikan pelayanan yang terbaik. Semoga kedua Calhaj tersebut segera pulih dan dapat melaksanakan ibadah haji dengan lancar,” ujar dia. (MC Batang)

Editor Restu