WARTABANJAR.COM, JAKARTA- Saingan para pelaku e-commerse, TikTok Shop disebut mulai mengancam pamor e-commerse besar seperti Shopee dan Lazada di kawasan Asia Tenggara.

Belakangan ini, TikTok mulai mengembangkan lahan bisnisnya dengan turut terjun membuka peluang berniaga bagi para penggunanya untuk berdagang.

Sering ditemui di media sosial ada istilah 'Keranjang Kuning" yaitu ucapan para netizen yang berjualan di TikTok kepada calon pembeli jika pasti membeli dagangan mereka agar segera memasukkan barangnya ke keranjang kuning yang ada di layar gawai masing-masing.

Tak jarang para pedagang itu melakukan siaran langsung atau live di TikTok untuk berjualan.

Survei kemudian dilakukan oleh perusahaan analisis ritel online, Cube Asia.

Berdasarkan hasil survei itu, terungkap bahwa pengeluaran konsumen di TikTok Shop mengakibatkan pengurangan pengeluaran konsumen di Shopee (-51 persen), Lazada (-45 persen), Offline (-38 persen) di Indonesia, Thailand, dan Filipina.

Melejitnya pamor TikTok Shop ini sejalan dengan langkah induk perusahaannya, ByteDance, yang mendorong aplikasi video pendek TikTok untuk masuk ke pasar di luar Amerika Serikat dan India guna menciptakan sumber pendapatan alternatif.

TikTok Shop adalah pasar e-commerce dari aplikasi video pendek TikTok, yang dimiliki oleh perusahaan teknologi Tiongkok, ByteDance.