Dia terus berjuang untuk dapat bertahan dari ujian politik terberatnya.

Dia menjadikan kesetiaan yang kuat, dari orang-orang Turki yang saleh, yang pernah merasa dicabut haknya ketika Turki dipimpin sekuler.

Karir politiknya menanjak dan selamat dari kudeta yang gagal serta tuduhan skandal korupsi.

“Turki memiliki tradisi demokrasi yang sudah berlangsung lama dan tradisi nasionalis yang telah berlangsung lama, dan saat ini jelas nasionalislah yang menang. Erdogan telah memadukan kebanggaan agama dan nasional, menawarkan pemilih anti-elitisme yang agresif,” kata Nicholas Danforth, sejarawan Turki dan rekan non-residen di lembaga pemikir, ELIAMEP.

“Lebih banyak Erdogan berarti lebih banyak Erdogan. Orang-orang tahu siapa dia dan apa visinya untuk negara ini, dan tampaknya banyak dari mereka yang setuju (memilihnya),” imbuhhnya.

Erdogan telah mengambil kendali ketat atas sebagian besar institusi Turki dan mengesampingkan kaum liberal dan kritikus. Human Rights Watch, dalam Laporan Dunia 2022, mengatakan pemerintah Erdogan telah mundur dari catatan hak asasi manusia Turki selama beberapa dekade. (berbagai sumber)

Editor: Erna Djedi